Rabu, 26 Desember 2018

CATATAN AKHIR TAHUN YANG SEMOGA TEREFLEKSIKAN

Peristiwa beri kita bahan ajar. Bahan yang kelak harus kita renungkan, yang bahkan saat kita tak ingin, ia terus memaksa memori kita untuk memutarnya berulang-ulang, hingga kita muak, hingga kita enggan. Kita berhasil bertahan. Mereguk sedikit saja makna. Lantas kita berpuas diri. Kita merasa paling berpengalaman.

Lalu, Tuhan hantam kita dengan peristiwa lain. Lebih besar, lebih menyakitkan. Kita mengeluh. Merasa hidup paling sengsara. Sementara, kita tak buta. Bahwa kita masih satu level di bawah yang lain. Kita meminum air mentah, di sana menelan air mentah bercampur limbah. Perut kita sakit. Mereka wafat. Lantas, kita kembali dipaksa merenung. Hidup adalah renungan. Mengenai apa-apa yang kita dapatkan dan tidak kita raih. Tentang apa yang menendang hati kita hingga rasa sakit bersayang lebih banyak dari rasa senang di kalbu masing-masing. Mengenai kepuasan dan kesenangan yang luput kita syukuri.